Dalam cuitan Trump, produsen motor premium itu harus memproduksi motornya di AS.
"Harley-Davidson harus tetap 100% di Amerika, dengan orang-orang yang membuat Anda sukses," kata Trump dalam tweet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump yang mengetahui rencana HD tersebut mengancam akan "mengenakan pajak baru" pada Harley-Davidson jika produsen motor premium itu tetap menjalankan misinya di luar AS.
"Terkejut bahwa Harley-Davidson, dari semua perusahaan AS, akan menjadi yang pertama mengibarkan 'Bendera Putih'. Saya berjuang keras untuk mereka dan pada akhirnya mereka tidak akan membayar tarif yang dijual ke E.U. yang telah sangat merugikan kami dalam perdagangan, turun $ 151 Miliar. Pajak hanyalah alasan Harley - bersabarlah!," cuitan Trump di media sosial.
Rencana itu sendiri sudah diumumkan sejak beberapa tahun silam, dan besar kemungkinan pabrik tersebut dijadwalkan beroperasi pada akhir tahun ini. Menurut perusahaan, membangun pabrik produksi di Thailand tidak terkait dengan rencana penutupan sejumlah pabrik HD di AS.
Sebelum pabrik itu berdiri, HD telah memproduksi motor di Bawal, India, yang pabriknya telah berdiri sejak 2011. Pabrik tersebut memproduksi sepeda motor kapasitas mesin sedang. (mik)