Responden dari enam e-commerce terpopuler di Indonesia sepakat bahwa lamanya waktu pengiriman menjadi kendala terbesar saat berbelanja online.
"Keluhan terbesar adalah waktu pengiriman yang lama terlepas dari aplikasi mana yang mereka disukai. Hal ini disebabkan proses pengiriman lepas dari kontrol aplikasi. Selain itu, infrastruktur di Indonesia tidak efisien," tulis eCommerceIQ dalam surveinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluhan serupa datang dari pengguna e-commerce B2C lainnya, JD.ID. Sebanyak 15,4 persen pengguna JD mengeluhkan soal harga barang (15,4 persen) yang kurang cocok dan terbatasnya pilihan barang (12,3 persen).
Namun hal ini sedikit berbeda dengan Lazada yang juga menjadi platform B2C. Pengguna mengeluhkan kebijakan pengembalian barang (16,7 persen) di e-commerce tersebut dan tidak puas dengan kualitas produk (14,7 persen).
Selain masalah waktu pengiriman, pengguna Bukalapak mengeluhkan pengalaman pengguna saat menggunakan situs (15,8 persen) dan layanan pelanggan yang tidak memuaskan (14,4 persen).
Pengguna Tokopedia juga tidak puas dengan kebijakan pengembalian barang di layanan tersebut dan mengeluhkan soal pilihan produk.
Survei eCommerceIQ menunjukkan hal-hal yang paling tidak oleh konsumen belanja daring dalam aplikasi-aplikasi e-commerce terbesar di Indonesia.
Survei ini fokus kepada enam aplikasi e-commerce terpopuler di Indonesia berdasarkan traffic dan pemeringkatan aplikasi di Google Play Store. Enam aplikasi e-commerce ini adalah Blibli, Bukalapak, JD.id, Lazada Indonesia, Shopee dan Tokopedia. (eks)