Deputi Direktur Adira Finance Niko Kurniawan mengatakan kenaikan terjadi karena paket kredit yang disediakan mengikuti biaya modal dari perbankan, maupun sumber dana lain seperti obligasi yang ikut berdampak atas naiknya suku bunga acuan.
"Dalam waktu dekat naik. Karena suku bunga pinjaman dari Adira akan naik," kata Niko kepada CNNIndonesia.com, Jumat (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin BI rate naik dua kali total 0,5 persen sudah membuat cost of fund naik. Nah setelah lebaran ini pasti semua finance company maupun perbankan akan menaikkan bunga lending-nya," ungkap dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, ia memaparkan kenaikan tersebut bakal menyebabkan biaya dana dari bank kreditur pendukung pembiayaan penjualan mobil juga naik.
"Lalu itu juga akan berdampak terhadap peta dan market risk (risiko pasar) yang makin bersaing lebih ketat," kata Kuki.
Kedua, ia juga menilai risiko akan kredit meningkat dan berakibat kepada menurunnya kolektabilitas yang sangat memungkinkan berpengaruh terhadap kelangsungan usaha bank.
Lihat juga:Skutik 'Bongsor' Xmax Bersolek |
Tetapi, kenaikan suku bunga acuan belum tentu membuat perlambatan proses pembiayaan. Pasalnya, hal tersebut akan bergantung pada rasio likuiditas perusahaan.
"Kalau MUF tidak terpengaruh terhadap kondisi ini karena kami didukung oleh Bank Mandiri dan sembilan bank lainnya," tutupnya. (mik)