Fitur yang dibuat mulai dari transparansi iklan hingga pemberantasan akun spam dan bot. Untuk mengecek berapa banyak sebuah akun Facebook beriklan, pengguna bisa mengunjungi laman akun tersebut dan mengklik "Info dan Iklan".
Di laman tersebut, pengguna bisa melihat iklan apa saja yang tengah dijalankan oleh brand atau laman tertentu. Penayangan bukan hanya pada iklan yang dijalankan di Facebook, tapi juga Instagram, dan produk Facebook lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Twitter juga telah membuka 'Ads Transparency Center'. Lewat fitur ini, pengguna bisa mencari tahu siapa yang beriklan di Twitter dan berapa banyak dana yang digunakan untuk beriklan di platform tersebut. Mereka juga membuat fitur untuk mempermudah pengguna untuk melaporkan iklan berbahaya.
Lihat juga:Bos Twitter Sebut Tak Punya Laptop |
Langkah lainnya adalah dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi perilaku tertentu yang dianggap sebagai akun spam dan bot.
"Kami mengutamakan sikap proaktif untuk mengidentifikasi akun dan perilaku bermasalah ketimbang menunggu sampai kami menerima laporan," tulis Yoel Roth, Platform Policy, Twitter dalam blog resmi media sosial itu.
Hasilnya, Twitter mengaku telah menindak lebih dari 9,9 juta akun spam atau bot per minggunya. Angka itu naik dari 6,4 juta pada Desember 2017 dan 3,2 juta pada September di tahun yang sama. Tidak jelas tindakan apa yang diterapkan.
Namun Twitter juga menyebut telah menghapus sebagian dari akun bot dan spam yang ditindak itu. Angka penghapusan akun bot dan spam meningkat 214 persen dibanding tahun lalu, tanpa menyebutkan berapa jumlah persis akun yang dihapus. (eks)