Langkah ini ditempuh sebagai upaya efisiensi di tengah melemahnya penjualan ponsel HTC yang terus menurun. Perusahaan melaporkan pada April lalu pendapatan year-on-year menurun 55,5 persen dan penjualan merosot hingga 46,7 persen pada Maret.
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini mengindikasikan bahwa perusahaan kian terpuruk di tengah ketatnya persaingan bisnis dengan Apple, Samsung, dan sejumlah produsen China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Google 'Caplok' HTC Senilai Rp14,7 Triliun |
Proses PHK diperkirakan akan rampung pada September nanti. Langkah ini juga ditempuh sebagai bagian dari rencana yang lebih besar, yakni membawa bisnis ponsel pintar dan virtual reality (VR) di bawah satu pimpinan di satu kawasan.
Perusahaan asal Taiwan ini baru saja meluncurkan flagship terbarunya (12+ pada Mei lalu. Hanya saja, sambutan pengguna dan angka penjualan hingga kini masih belum mampu menyelamatkan keuangan perusahaan. (evn)