Mereka menang karena mengusung "Smart Car Microalgae Cultivation Support (MCS)" atau mobil berbahan bakar sampah plastik.
Tim MCS berhasil mengalahkan empat tim finalis lainnya yang berasal dari empat negara berbeda yaitu tim mahasiswa dari American University of Sharjah (Uni Emirat Arab), University of Texas (Amerika Serikat), University of Bordeaux (Perancis) dan University of Melbourne (Australia).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jenna Jambeck, yang telah dipublikasikan pada Jurnal Science (www.sciencemag.org) pada Februari 2015, penduduk Indonesia yang tinggal di sekitar 50 kilometer dari garis pantai menghasilkan 5,4 juta ton sampah plastik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ide tersebut diwujudkan menjadi gagasan berjudul "Smart Car Microalgae Cultivation Support," yaitu ide mobil pintar yang menggunakan limbah plastik sebagai sumber energi alternatif.
Lihat juga:Berikut Hasil Pengujian Uji Irit 1 Liter MPV |
Perjalanan tim MCS dengan gagasan mobil pintarnya hingga mencapai final Shell Ideas360 melalui proses yang panjang dan seleksi ketat. Setidaknya kompetisi tahun ini diikuti sekitar 17.000 mahasiswa dari 140 negara dengan 3.363 ide. Dan tim Indonesia yang berhak mewakili Asia di ajang final Shell Ideas360 di Eropa. (mik)