Tim peneliti menemukan gen penyebab kanker kemungkinan berasal dari tanaman, bukan dari mamalia seperti yang selama ini kerap diutarakan.
Hal ini lantaran gen L1 tidak berada di monotremata, salah satu dari tiga grup besar mamalia, dua grup lainnya adalah platypus dan echidna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Peneliti Denmark Kembangkan Ovarium Buatan |
"Kami pikir masuknya L1 ke genom mamalia adalah kunci pendorong utama cepatnya evolusi manusia selama 100 juta tahun terakhir," kata Adelson.
Dalam beberapa dekade terakhir, penelitian mengenai kanker mengungkap bahwa gen berperan dan potensi pengidap kanker pada tubuh seseorang. Pemahaman karakteristik genetika yang tepat dari kanker, memungkinkan dokter bisa melakukan prediksi terbaik mengenai kemungkinan seseorang mengidap kanker.
"Pikirkan tentang gen yang melompat sebagai parasit. Apa yang ada DNA gen itu tidak begitu penting. Itu adalah fakta di mana gen itu memperkenalkan diri ke genom lain dan menyebabkan gangguan," ungkap Adelson seperti dilansir Telegraph.
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal "Genome Biology" yang meneliti cetak biru genetika lebih dari 750 spesies. (evn)