Dari pesan yang disebarkan ini terdapat beberapa poin yang mencurigakan. Pertama, pengguna diminta mengirimkan data data pribadi ke alamat email tertentu, dalam hal ini [email protected].
Sebab, bisa jadi ini adalah salah satu metode penipuan (phising) dengan teknik social engineering (memanipulasi psikologi pengguna) berupa pengumpulan data pribadi pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hoaks terkait pencarian ponsel lewat IMEI (screenshot pesan WhatsApp) |
Menurut Alfons, alamat email itu bisa menyebar lantaran beredar cerita bahwa ada kejadian di India dimana seseorang kehilangan ponselnya. Ia lalu dibantu oleh polisi India untuk melacak IMEI ponsel dan berhasil mengidentifikasi lokasi ponsel tersebut.
Lihat juga:Fungsi IMEI: Bantu Lacak Ponsel Hilang |
Pernyataan ini tak sepenuhnya salah. Menurut Alfons, secara teknis ponsel memang masih bisa dilacak meski SIM telah ditukar.
"Berbekal IMEI provider telco bisa melacak keberadaan HP," tulisnya.
Selain itu, pencarian perangkat lewat operator dilakukan dengan melacak IMEI ponsel berdasarkan posisinya terhadap BTS operator.
Cara termudah, menurut Alfons adalah dengan fitur "Find Your Device" yang bisa diunduh di perangkat Android ataupun iOS. Dengan catatan kartu SIM pada perangkat masih diaktifkan. Akurasi fitur ini menurut Alfons sampai dengan 45 meter, sehingga memang tak benar-benar presisi. (eks)
Hoaks terkait pencarian ponsel lewat IMEI (screenshot pesan WhatsApp)