Dilaporkan AFP, pesawat luar angkasa yang belum memiliki nama itu akan memiliki bentuk sebuah 'pod' dengan bobot seberat 585 kilogram. Sejak diluncurkan pada Desember, pesawat luar angkasa ini dijadwalkan mendarat di bulan pada 13 Februari 2019.
Rencananya, pesawat luar angkasa ini akan diluncurkan dengan menumpang roket milik SpaceX.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, misi serupa baru berhasil dilakukan oleh Amerika Serikat, Rusia, dan China.
Berbekal US$30 juta yang merupakan hadiah dari Google, ketiganya mengembangkan proyek tersebut. Hanya saja, hingga masa berlaku hadiah berakhir pada Maret lalu tim Israel belum berhasil mengirim manusia ke bulan.
Menyoal kemungkinan terburuk, tim ilmuwan menyusun rencana cadangan yakni dengan mengirim sebuah kapal kecil nirawak. Kapal ini nantinya akan dipakai untuk mengirimkan data ke pusat kendali di Bumi selama dua hari. (evn)