Mereka terbang bersama, terpisah, dan mengambil tiga contoh tanah Mars. Sampel ini hendak dipelajari untuk mengecek kemungkinan adanya tanda-tanda kehidupan di sana.
Namun, saat itu peneliti tak menemukan sedikitpun organisme. Padahal mereka memperkirakan Mars seharusnya ada tanda-tanda kehidupan itu. Sebab, planet ini punya komposisi karbon yang mirip dengan komet atau meteorit dan peneliti menemukan organisme pada dua benda angkasa tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu pesawat ulang alik ini berhasil mendarat di permukaan Mars. Pesawat-pesawat ini dirancang untuk menganalisa tanah Planet Merah itu dan menemukan organisme yang tersisa.
Belakangan, misi lanjutan ke Mars memang berhasil menunjukkan bahwa ada molekul organik disana. Tapi semestinya, data ini sudah ada saat proyek Viking dilakukan jika mereka tak sengaja memanggang contoh tanah yang dibawa ke Bumi untuk di analisa.
Selanjutnya pada 2014, misi Mars Curiousity menemukan molekul organik lainnya di Mars dari material chlorobenzane. Molekul ini terbentuk dari ketika material karbon terbakar dengan perchlorate, seperti ditulis Tech Times.
Peneliti lantas memang menemukan kehadiran molekul organik. Meski demikian, peneliti masih belum bisa menyimpulkan apakan benar pernah ada kehidupan di planet itu.
Sebab, mungkin saja molekul organik ini terbentuk oleh proses alam tanpa pernah adanya bukti kehidupan yang lebih besar di Mars. Hal inilah yang membuat tak seorangpun peneliti yang berani mendeklarasikan bahwa pernah ada kehidupan di Mars, demikian dilansir dari BGR. (eks)