Jika alternator mobil tidak berfungsi dengan baik maka energi listrik yang disuplai ke wiper, lampu, dan power steering tidak normal.
Pahami beberapa tanda jika alternator melemah. Jangan sampai sistem kelistrikan kendaraan hanya ditopang oleh baterai. Jika hanya menggunakan baterai, siap-siap mesin mobil tidak bisa dinyalakan lantaran suplai energi ke baterai dari alternator tak normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau pengisian listrik rendah, lampu baterai itu nyala buat peringatan si pengemudi kalau sistem pengisian baterai low," kata Adit kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi misalkan voltage yang keluar alternatornya saat mesin hidup sekitar 13.50V sedangkan voltage di baterai berbeda, hanya 12.50V. Jadi itu bukan alternator yang rusak. Pengisian normal itu sekitar 13.50V sampai dengan 14.50V saat mesin 'idling'," ujar dia menambahkan.
"Yang sering rusak pada alternator biasanya bearing bunyinya kasar, tetapi pengisian normal, sama gulungan sudah rusak. Kalau penyebab bearing kasar biasanya dari lingkungan, lewat jalan berdebu, lumpur, banjir, walaupun alternator ada di dalam ruang mesin. Kalau masalah pengisian, itu karena komponen kelistrikan cenderung panas, biasanya panas berlebih bisa ngerusak," ujarnya.
Kendati demikan, ia melanjutkan jika alternator rusak, konsumen tidak harus langsung melakukan penggantian komponen. Bagi dia alternator masih dapat diperbaiki, ketimbang harus diganti baru dengan biaya lebih mahal, yaitu mulai dari Rp3 juta sampai Rp7 juta.
"Kalau serviskan paling cuma Rp400 ribu sampai Rp800 ribu, tergantung kerusakannya," tutup Adit. (mik)