Apple justru tak mampu menguasai pasar, lantaran berad di luar daftar lima besar merek ponsel pintar terbesar di India.
Samsung mengantongi pangsa pasar 26 persen dan mempecundangi Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Huawei. Kelima memiliki perangkat yang jauh lebih variatif ketimbang Apple. Mulai dari segmen flagship hingga kelas entry-level murah bagi mereka yang baru pertama kali menggunakan ponsel pintar dengan koneksi internet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan pada paruh pertama 2018, Apple hanya bisa menjual satu juta unit iPhone. Kebanyakan orang India beranggapan harga sebuah iPhone masih sangat mahal karena bea masuk. Apalagi pemerintah India memberikan tarif pajak tambahan 20 persen bagi ponsel impor.
Sebagai perbandingan, harga iPhone di India ada diangka 35.000 rupee India (sekitar Rp7,3 juta) dan 80.000 rupee India (sekitar Rp16,7 juta). Sementara rata-rata harga ponsel di India hanya US$157 (sekitara Rp2,2 juta), seperti dikutip Quartz.
Ketidakmampuan Apple mengembangkan bisnis di India justru berbanding terbalik dengan sikap optimisme CEO Tim Cook saat berbicara soal pangsa pasar di Asia.
"Jelas ada peluang besar bagi kami dan kami memiliki pangsa pasar yang sangat rendah secara keseluruhan. Oleh karena itu kami menempatkan banyak energi di sana. Jelas bahwa banyak orang akan bergerak menuju ke kelas menengah dari waktu ke waktu seperti yang kita lihat di negara lain," kata Cook.
Dilansir Bloomberg, akibat pangsa pasar yang sangat kecil mendorong Apple melakukan perombakan terhadap operasional pemasaran dengan mengganti jabatan kepala distribusi dan pemasaran, hingga di segi bisnis pemasaran, dan kepala kerjasama bundling untuk pasar India. (eks/evn)