Meski demikian, masih ada kemungkinaan penundaan peluncuran akibat masalah teknis, jelas sumber Bloomberg.
Strategi ini dilakukan untuk mendorong angka pengguna berbayar di platformnya. Selain itu, Adobe mengungkap saat ini penggunanya lebih senang mengedit foto sembari di jalan, seperti diungkap Chief Product Officer dari Creative Cloud, Scott Belsky.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, mereka meluncurkan layanan dengan model bisnis berlangganan. Model bisnis ini berhasil mendongkrak penjualan dua kali lipat pada tahun fiskal tahun ini. Saham perusahaan itu pun meroket lebih dari 700 persen.
Lihat juga:Ulah Iseng YouTuber Berakhir di Penjara |
"Keinginan kami adalah untuk meluncurkan aplikasi ini secepatnya ke pasar," jelasnya dalam sebuah wawancara.
"Masih banyak hal yang harus dilakukan agar produk ini secanggih dan senyaman aplikasi PC dan bisa bekerja di perangkat modern seperti iPad. Kami perlu membawa produk tersebut di era kolaboratif berbasis cloud seperti saat ini."
Layanan awan Adobe yang bisa diakses dengan layananan berbayar itu disebut sebagai Adobe Creative Cloud. Mereka yang membayar biaya berlangganan bisa mengakses semua software Adobe, seperti Photoshop, Premiere, Illustrator dari perangkat Windows maupun Mac.
Namun, aplikasi Adobe yang ditaruh di awan tersebut masih menggunakan arsitektur lawas yang memiliki dasar berbeda untuk tiap sistem operasi.
Aplikasi baru ini nantinya selain membuat pengguna bisa menjalankan aplikasi dengan fungsi penuh di iPad. Tak cuma itu, pengguna juga bisa langsung melanjutkan pengeditan begitu mereka berganti perangkat. (eks/age)