Menurutnya masih ada sekitar 100 juta orang di Indonesia yang menggunakan feature phone ini.
"Kita membuka diri kepada seluruh orang Indonesia karena kita percaya kita harus melayani seluruh orang di Indonesia. Karena kita tidak hanya melayani pengguna ponsel pintar. Tapi banyak juga orang yang masih menggunakan feature phone," kata Danu di Kantor Tcash di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danu menganggap Tcash wallet agnostik untuk pengguna feature phone penting lantaran kerja sama dengan pemerintah untuk menyalurkan bantuan. Seperti diketahui, tidak semua masyarakat penerima bantuan merupakan pengguna Telkomsel.
"Kenapa itu penting karena kita bekerja sama sengan pemerintah untuk penyaluran bantuan sosial. Banyak penerima bantuan itu ada yang pake Telkomsel ada juga yang tidak pakai Telkomsel," kata Danu.
Lihat juga:IDC Ramal 13 Fintech Bersinar di 2018 |
Herman, mengutip data Bank Dunia pada 2016 baru 2 dari 10 orang atau sekitar 20 persen orang Indonesia menggunakan transaksi secara digital.
"Jadi kami juga melihat untuk mendorong ekosistem uang digital bersama-sama untuk meningkatkan 20 persen ini menjadi 30 persen sampai 60 persen," ucap Danu.
Konsep membuka akses Tcash untuk pengguna non Telkomsel bisa dilakukan lewat aplikasi Line atau WhatsApp. Danu mengklaim saat ini Tcash mengusung konsep yang berbeda dengan sebelumnya, tapi sudah terbuka seperti aplikasi lain pada umumnya. (evn)