"Grab kalau tidak ada Indonesia tidak akan jadi unicorn. Singapura kalau tidak ada indonesia tidak jadi unicorn," kata Rudiantara saat ditemui di Gedung Transmedia, Jakarta Selatan, Kamis (19/7).
Unicorn sendiri adalah istilah yang kerap digunakan pada industri perusahaan teknologi untuk mendefinisikan perusahaan privat yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$1 miliar. Nama unicorn dipilih karena sangat jarang perusahaan startup yang bisa bertahan hingga bisa menghasilkan valuasi sebesar itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebut 143,26 juta orang Indonesia menggunakan internet pada tahun 2017. Jelas jumlah ini merupakan pasar yang sangat menggiurkan bagi perusahaan startu yang bermimpi untuk menjadi unicorn.
Lebih lanjut, Rudiantara menjelaskan empat dari delapan perusahaan unicorn di Asean berasal dari Indonesia. Empat perusahaan unicorn asal Indonesia itu adalah Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka.
Saat ini, posisi Grab menjadi pemimpin pasar ride-hailing di Asia Tenggara. Terutama dengan kejadian Uber melepas bisnisnya di Asia Tenggara kepada Grab. Grab mengklaim lebih dari 100 juta unduhan aplikasinya di delapan negara di Asia, termasuk Singapura, Indonesia, Vietnam, Thailand dan banyak lagi. (eks/eks)