"Lah ini aplikasi pinjaman meminta akses ke kontak, digunakan sebagai alat untuk menagih cicilan macet dan mempermalukan peminjam macet ke kontak-kontaknya," ujar Alfons saat dihubungi lewat pesan teks oleh CNNIndonesia.com, Jumat (20/7).
Hal ini diungkap Alfons terkait dengan maraknya keluhan pelanggan terkait penagihan oleh aplikasi peminjaman online. Peminjam mengeluh karena aplikasi tersebut bisa mengakses dan menghubungi kontak yang ada di ponsel. Tak hanya itu, mereka juga menagih utang dengan mengancam akan menyebarkan foto yang tersimpan di ponsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akses untuk dukung aplikasi
Ia mengambil contoh aplikasi Google Maps yang meminta pengguna memberikan akses terhadap lokasi dengan tujuan untuk menampilkan peta yang akurat. Selain itu, Google Maps juga meminta akses terhadap kontak untuk mendukung fitur membagikan lokasi kepada kontak pengguna.
Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, beberapa aplikasi peminjaman dana tunai lewat aplikasi memang menawarkan pinjaman uang yang cepat. Syaratnya hanya melampirkan KTP dan uang bisa segera cair ke rekening pengguna.
Sebagai kompensasi, mereka menerapkan bunga pengembalian yang lebih tinggi. Sebagian dari aplikasi tersebut memang rata-rata meminta daftar kontak, akses SMS, dan telepon. Beberapa juga meminta akses pada galeri foto dan lokasi. (eks)