Menurutnya, pemerintah masih terus melakukan riset mobil-mobil rendah emisi gas buang yang diterima dari pabrikan Jepang tersebut sejak lima bulan lalu.
"Kami masih studi, studi ini harus komprehensif antara di stakeholder pemerintah dan yang di Perguruan Tinggi (universitas)," kata Airlangga di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Imam, pihak MMKSI sendiri tidak mendapatkan informasi hasil daru riset tersebut. Sebab, MMKSI telah menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenperin.
"Ya kami sudah kasih atau memfasilitasi itu (menyediakan kendaraan) untuk studi," ucap Imam.
Belum selesai penelitian menggunakan mobil-mobil Mitsubishi, Kemenperin kembali menerima hibah kendaraan dari manufaktur berlogo tiga elips, yaitu enam unit Prius hybrid, enam unit Prius Prime (plug-in hybrid), dan enam unit Corolla Altis mesin konvensional.
Kolaborasi Kemenperin dengan sejumlah akademisi dan Toyota Indonesia ini dijadwalkan akan berlangsung sampai tahun 2019. (mik/mik)