Tahun ini, Djamal mengatakan pengamatan akan dilakukan di Pasuruan. Selain dilakukan secara internal, pengamatan mendatang juga melibatkan klub astronomi dan perorangan.
"Diikuti sekitar 20 klub astronomi amatir dan peserta perorangan. Mereka membawa teleskop masing-masing. Ada sekitar 23 teleskop yang akan digunakan," kata Djamal melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, selain di Pasuruan pengamatan serupa juga akan dilakukan oleh Balai LAPAN Garut, Sumedang, Pontianak, Bukitinggi, dan Biak. Djamal mengatakan tak ada pengamata khusus yang diincar LAPAN dari fenomena alam tersebut.
Pada Sabtu (28/7) masyarakat di Indonesia bisa menyaksikan fenomena astronomi berupa gerhana bulan total terlama dengan durasi 103 menit.
Lihat juga:Berburu Fenomena Langit dalam Trip Astronomi |
Gerhana bulan total terlama bisa dinikmati dengan mata telanjang asalkan tidak terganggu cuaca mendung dan minim polusi cahaya. Djamal juga menegaskan fenomena astronomi ini bisa dinikmati di seluruh daerah di Indonesia.
"Asal cuaca cerah, dari mana pun bisa mengamati karena bulan purnama itu cukup terang. Karena sekarang ini kita sedang musim kemarau, jadi kemungkinan untuk mendung atau hujan kecil," ujarnya. (evn)