Pengamat transportasi Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno meminta pengemudi memikirkan kembali rencana demo tersebut. Pasalnya, kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan perhelatan olahraga skala internasional akan terukur.
Djoko tak memungkiri jika masalah terkait demonstrasi ojek online menyangkut sejumlah pihak, mulai dari perusahaan aplikator, Kementerian Perhubungan hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Driver adalah ujung tombak bagi aplikator untuk meraup keuntungan yang cukup besar," jelas Djoko.
Dia pun meminta Kemenkominfo harus memikirkan perangkat untuk mengawasi sistem IT aplikator.
Sebelumnya, rencana aksi demonstrasi tersebut dikritisi banyak pihak lantaran dinilai akan mempermalukan bangsa sendiri di mata dunia.
"Maksud dari blunder ini akan terbentuk opini bahwa negara dan pemerintah tidak mampu selesaikan akar masalah yang ada di perusahaan aplikasi sponsor Asian Games. Karena tuntutan ojek online sudah disampaikan jauh hari sebelum acara pembukaan," kata Igun kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Selasa (24/7).
Menurut Igun, para pengemudi ojek online yang merupakan peserta aksi demonstrasi sampai kini masih menunggu mediasi antara perusahaan aplikasi dengan pemerintah sebelum pembukaan Asian Games 2018. (age/evn)