Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta berada pada angka 182 kemarin, hanya terpaut 12 poin dari kota paling berpolusi yakni Krasnoyarsk, Rusia. Sementara hari ini, Rabu (25/7) polusi di Jakarta turun menjadi kisaran 145-123.
Namun, ibukota Indonesia ini masih menduduki peringkat ketiga kota paling berpolusi di bawah Krasnoyarsk, Rusia dan Tel-Aviv Yavo, Israel. Indeks tersebut memang bergerak fluktuatif setiap satu jam sekali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari situs Airvisual, Indonesia berada di depan kota Chengdu dan Shanghai, China. Dengan angka AQI seperti itu, pengidap penyakit paru-paru seperti asma tidak disarankan untuk melakukan kegiatan outdoor.
Dilansir dari akun Twitter Greenpeace, bagi masyarakat dianjurkan memakai masker respirator N95 yang bisa menyaring polutan berbahaya. Sebagai informasi, masker N95 alat pelindung bisa menyaring 95 persen partikel asap seukuran 0,1 - 0,3 mikron, bahkan bisa menyaring 99,5% apabila ukuran partikel mencapai 0,75 mikron atau lebih besar.
Menanggapi buruknya polusi udara di Jakarta, beberapa netizen mengicaukan keluhan-keluhan terkait kotornya polusi udara.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Buruknya kualitas udara Jakarta menganggu karena Jakarta merupakan venue Asian Games. Bahkan daerah terpolusi di Jakarta, Rawamangun memiliki venue pertandingan balap sepeda indoor Asian Games, Velodrome.
Para atlet terancam oleh penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut. Kemudian atlet yang bertanding juga membutuhkan asupan oksigen bersih yang lebih tinggi karena aktivitas fisiknya.
Oleh karena itu, buruknya kualitas udara juga akan mengancam kebugaran para atlet. (age)