Cara Hindari Mobil Terbakar Neno Warisman

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 26/07/2018 12:45 WIB
Cara Hindari Mobil Terbakar Neno Warisman Ilustrasi. (Foto: Widodo S. Jusuf/Antara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Baru-baru ini kejadian terbakarnya mobil Neno Warisman mengundang rasa penasaran publik. Ada beberapa alasan yang membuat mobil terbakar.

Salah satunya adalah konsleting di bagian kelistrikan. Jika sudah demikian, pemilik mobil tentu harus mengetahui tata cara menyikapi jika kendaraan mulai mengeluarkan asap lalu kemudian terbakar.

Kepala Bengkel Daihatsu Pangeran Jayakarta Dolf Valentino mengatakan yang harus dilakukan pertama kali saat mengetahui mobilnya terbakar adalah jangan panik. Pengemudi disarankan Dolf untuk tetap tenang. Jika mobil dalam keadaan berjalan, segeralah lekas berhenti dan mencari lokasi parkir yang jauh dari keramaian.


"Dikawatirkan ada ledakan atau lainnya dari kendaraan tersebut," kata Dolf kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/7).

Setelah berhenti, kata dia pengemudi harus bergegas memutar kunci kontak ke posisi off agar mesin mati. Semua yang berada di dalam pun diwajibkan untuk segera meninggalkan mobil.

"Karena saat terbakar jika mesin hidup maka aliran bensin akan tetap mengalir nantinya," ujar dia.

Selanjutnya, ketimbang harus menerka dari penyebab munculnya asap, pengguna mobil lebih baik langsung mencari pertolongan dan mencari air untuk mencegah api membesar.

"Tetapi jika (api) membesar silahkan hubungi segera pemadam kebakaran," ungkap Dolf.

Penyebab Mobil Terbakar

Belum lama ini mobil dari Neno Warisman mendadak terbakar. Tidak sembari berjalan, mobil berjenis Daihatsu Xenia punya Neno terbakar saat tengah parkir dan mesin dimatikan.

Penelusuran kepolisian, penyebab terbakarnya mobil karena ada konslet di bagian aki. Kabel positif aki terlepas dan menempel di bodi kendaraan.

Dolf melanjutkan bahwa tidak menutup kemungkinan memang mobil dalam keadaan mesin mati bisa terbakar. Apalagi mobil tersebut sudah mengalami modifikasi di bagian kelistrikan.

Misalnya, modifikasi meliputi pemasangan additional audio, penambahan watt headlamp, dan mini aksesoring yang membuat penataan jalur kabel (wiring) secara sembarang dan meniban wiring original.

"Karena semua beban listrik sudah diukur pabrikan dengan watt yang ada dan kabel yang sesuai," ujarnya.

"Jika ada penambahan yang tidak direkomendasikan pabrikan dan sembarang saat pemasangannya yang notabene tidak disadari pemilik kendaraan. Hal yang dianggap kecil ini bisa memicu terjadinya panas berlebih dengan beban yang berlebih di wiring original dan membuat isolator wiring original meleleh," sambung Dolf. (age/age)