Pengamat keselamatan dari 'The Real Driving Centre', yaitu Marcell Kurniawan berpendapat bahwa secara visual memang separator atau pembatas jalan mampu 'mempercantik' jalan. Namun tidak untuk keselamatan di jalan.
Dijelaskan Marcell, warna-warna yang digunakan bisa mengganggu visibilitas (penglihatan) setiap pengendara. Sementara dalam membuat pembatas jalan dengan tujuan keselamatan seharusnya menggunakan warna-warna yang sesuai.
[Gambas:Twitter]
Menurut Marcell ada beberapa poin ketika memutuskan warna pembatas jalan agar nyaman dilihat mata pengendara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Warna yang digunakan harus mampu berfungsi sebagai retroreflektor, artinya dapat memantulkan cahaya dengan baik dan minim pembiasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Dikatakan Marcell, mengetahui warna yang digunakan oleh Pemerintah Provinsi DKI, ketiga syarat di atas ternyata tidak memenuhi persyaratan. Dan kombinasi warna yang digunakan malah dapat membahayakan pengguna jalan.
Marcell memaparkan warna pembatas jalan yang memiliki kontras yang rendah, serta pemilihan warna-warna pastel, akan mengurangi pendangan para pengguna jalan.
[Gambas:Twitter]
Selain itu dalam keadaan malam hari, hujan atau berkabut, kemampuan spasial (kemampuan untuk mengamati hubungan posisi objek dalam ruang) seorang pengemudi akan menurun, yang menyebabkan risiko kecelakaan akan meningkat seperti dilansir drivingdefensively.id. (mik)