Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak kemarau tahun ini akan terjadi pada Juli-September.
Untuk mencegah kemungkinan adanya titik api yang meluas, BMKG dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan meningkatkan kelembaban lahan gambut. Pada periode mingguan, BMKG akan mengeluarkan prediksi curah hujan kelembaban udara dan kecepatan angin hingga melihat tingkat hot spot di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan pihaknya melakukan monitoring langsung ke Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau sebagai daerah yang rawan dilanda kebakaran hutan di saat musim kemarau.
Jika permukaan melampaui 0,5 hingga 1,4 meter di bawah gambut gambut menandakan kelembabab mulai berkurang, bahkan tinggal 20 hingga 30 persen.
Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead memastikan pihaknya dibantu masyarakat akan mempersiapkan sekat-sekat air untuk menjaga kelembaban gambut dan menekan potensi kebakaran. (evn)