Pada Januari lalu, RMA Indonesia diketahui ingin mulai menjual mobil Ford. Informasi itu tersebar dari unggahan salah satu mantan dealer Ford di Pekanbaru yang memasang spanduk bertuliskan "Ready to delivery July 2018".
RMA Indonesia pernah mengonfirmasi mobil Ford akan dijual lagi, namun disebutkan masih menunggu keputusan resmi dari Ford Motor Company. Salah satu perusahaan mantan dealer Ford, Auto Kencana (AK) Group, sudah menyatakan sedang mempersiapkan diri untuk kembali menjual mobil Ford.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai sekarang belum ada konfirmasi karena masih dalam proses," jawab Yanto Mardianto, Senior Manajer Pemasaran dan Penjualan RMA Indonesia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (31/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setahu saya mereka (RMA) bilang Oktober. Saya belum lama ketemu mereka, beberapa pekan lalu waktu ada acara test drive. Targetnya produksi 2018, dapatnya Oktober," ujar Andee.
Cerita sebelumnya, pada Januari 2016, tanpa aba-aba, pemegang merek Ford di dalam negeri, Ford Motor Indonesia, memutuskan menghentikan operasi bisnisnya. Keinginan itu sempat mendapat perlawanan keras dari konsumen yang mengajukan gugatan hukum.
Ditambah lagi, konsorsium perusahaan dealer Ford, termasuk AK Group, ikut mengajukan gugatan hukum. Tuntutan dari konsorsium yang menaungi total 31 dealer Ford itu sebesar Rp1 triliun.
FMI akhirnya tetap mengepak koper dan pergi dari Indonesia, namun menyerahkan tugas menjaga purna jual kepada RMA Indonesia. Proses hukum dari konsumen dan konsorsium dealer terhenti. (mik)