Dilansir dari Reuters, pertumbuhan laba kuartal dua 2018 Samsung paling lambat dalam satu tahun terakhir. Hal ini menjadi peringatan untuk perusahaan terkait persaingan ketat dalam sektor ponsel pintar.
Samsung mengungkapkan laba operasi dari bisnis ponsel turun hingga 34 persen dari tahun lalu. Tingkat penurunan tersebut menjadi tercepat sejak kuartal pertama 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:6 Fungsi Baru Stylus Samsung Galaxy Note 9 |
"Samsung sudah kalah dari China dalam persaingan harga dan semakin terancam oleh model China dalam desain dan kekuatan perangkat keras," kata Park Jung-Hoon, Manajer HDC Asset Management yang memiliki saham Samsung kepada Reuters.
Beban pemasaran yang lebih tinggi dan penjualan S9 yang mengecewakan, yang kurang dari targetnya, membebani kinerja mobile-nya, kata Samsung. Persaingan akan memanas dalam beberapa bulan mendatang karena model smartphone baru dirilis, tambahnya.
Apple diperkirakan akan melaporkan kenaikan pendapatan dan laba untuk kuartal ketiga pada hari Selasa, dibantu oleh penjualan tangguh iPhone-nya dalam periode pertumbuhan yang lebih lambat untuk pasar smartphone global.
Masih harus dilihat apakah kesulitan Samsung dalam bisnis seluler, yang menyumbang sekitar 40 persen dari pendapatannya, adalah hasil dari kegagalannya sendiri atau mencerminkan perlambatan industri secara lebih luas. (age)