"Dengan harga yang murah untuk Smart TV dengan layar sebesar ini, kami harap bisa mendorong penggunaan Smart TV di Indonesia yang saat ini masih 10 persen," ujar Head of E-Commerce Coocaa Indonesia Derico Nainggolan yang ditemui pada konferensi pers di Capital Place, Jakarta Selatan, Rabu (1/8).
Saat ini Coocaa mengaku berhasil menguasai 5 persen dari total 10 persen pasar televisi pintar. "Target lima tahun ke depan 10 persen," terang Zhang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Changhong menawarkan tv berfitur serupa dengan harga yang tak berbeda jauh. Sementara kompetitor lain seperti Samsung, menetapkah harga yang lebih tinggi.
"Sebagian dari TV itu juga di ekspor ke luar negeri untuk memenuhi demand (permintaan) pasar Coocaa. Sebagiannya (lagi) dijual di Indonesia," ujar Zhang.
Perusahaan yang berbasis di Shenzen, China ini lantas mengubah namanya menjadi PT Skyworth Industry Indonesia pada 2016.
"Tahun 2017 pendapatan Skyworth US$4,5 miliar secara global. 55 persen dari penjualan dari China. 45 persen dari luar. 17 persen market share di China." (eks)