Tim peneliti mempertanyakan celah pada microchip yang disematkan dalam Galaxy S7. Virus Meltdown yang sempat menyerang PC awal tahun kemarin, diketahui juga mengancam keamanan data Galaxy S7.
Hasil temuan ini rencananya akan dipaparkan di ajang konferensi keamanan Black Hat di Las Vegas, Kamis (9/8) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada ratusan juta ponsel berpotensi di luar sana yang terpengaruh oleh Meltdown dan mungkin tidak ditambal karena vendor sendiri tidak tahu. Potensi yang terkena imbas saat ini belum kita ketahui," ungkap Scharz kepada Reuters.
"Samsung sangat memperhatikan keamanan dan produk serta layanan yang memprioritaskan aspek keamanan," ungkap perusahaan dalam keterangan resmi.
Namun, ia mengatakan tak ada kasus pengguna Galaxy S7 yang melaporkan ponselnya terinfeksi Meltdown.
Meltdown merupakan bugs yang memanfaatkan celah keamanan dengan membocorkan data yang tersimpan dalam program inti sistem operasi yang menjembatani peranti lunak dengan prosesor.
Bugs ini bisa digunakan untuk menembus pengamanan dan mencuri informasi data kredensial mulai dari aplikasi password manager, history pencarian pada mesin peramban, surel, dokumen, hingga foto. (reuters/evn)