Dalam cuitannya, Musk menjelaskan semangatnya untuk bekerja bersama beberapa rekan dari mulai konsultan keuangan hingga hingga konsultan legal untuk membawa Tesla kembali tertutup.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin (13/8), Musk menyatakan bahwa manajer dari organisasi pendanaan asal Arab Saudi telah berkali-kali menyatakan dukungan terhadap privatisasi Tesla. Musk juga mengaku masih terus melakukan komunikasi dengan organisasi tersebut dan investor-investor lain.
"Itulah mengapa saya menuliskan 'pendanaan dijamin' pada pengumuman tanggal 7 Agustus."
Selama hampir dua tahun, lembaga yang bernama Public Investment Fund (PIF) tersebut dikabarkan telah berkali-kali mendekati Musk dan mendorongnya untuk melakukan privatisasi Tesla, dan pertemuan terakhir mereka terjadi setelah lembaga tersebut membeli hampir lima persen saham Tesla.
Para analis Wall Street menyatakan keraguan mereka terkait kemampuan Musk untuk menjadikan Tesla perusahaan tertutup. Jika ini sungguh terjadi, maka transaksi tersebut dapat menjadi transaksi go-private terbesar dengan banderol harga sebesar US$72 miliar.
Musk sendiri memprediksi bahwa hanya dua pertiga investor Tesla sekarang yang mungkin akan memindahkan saham mereka ke perusahaan privat. Namun, ia mengakh masih terus berdiskusi dengan para pemegang saham terbesar dan penasihag sebelum menetapkan transaksi.
Di samping itu, investasi besar dari Arab Saudi kemungkinan akan memicu reaksi dari Komite Investasi Asing Amerika Serikat, yang mengawasi transaksi-transaksi yang memiliki risiko terhadap keamanan negara.
Lihat juga:Cuitan Elon Musk Bikin Rontok Saham Tesla |
Di samping itu, sumber tersebut mengungkap bahwa hingga saat ini Silver Lake tidak berminat untuk berpartisipasi sebagai investor. Silver Lake menolak untuk memberikan komentar terkait hal ini.
Musk yang sampai sekarang masih berusaha mencari pendanaan untuk mengeksekusi rencananya juga mengatakan bahwa sejumlah badan hukum yakni Watchell, Lipton, Rosen & Kutz and Munger, serta Tolles & Olson akan menjadi penasihat hukum dalam hal ini.
Pasalnya, cuitan Musk pada Selasa lalu (7/8) menjadi sebuah ranjau hukum bagi dirinya sendiri. Hingga saat ini belum ada investor yang secara resmi menyatakan dirinya terlibat dalam rencana privatisasi Tesla, dan Musk kini berhadapan dengan tuntutan para investor Tesla yang mengklaim cuitan tersebut membawa ancaman bagi keamanan perusahaan. (age)