Namun, langkah yang ditempuh Twitter untuk Jones sedikit berbeda. Alih-alih memblokir akunnya, Twitter justru hanya membungkam dan menonaktifkan beberapa fitur pada akun penyedia konten media konspirasi, Infowars tersebut.
Layanan mikroblogging tersebut mengkonfirmasi sejak Selasa (14/8) akun Jones masih aktif dalam mode read-only selama tujuh hari. Dengan begitu, ia tetap bisa menelusuri cuitan di Twitter, namun tak bisa berinteraksi dengan memberikan cuitan balasan, retweet, hingga memberikan like pada cuitan orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Apple Bersih-bersih Podcast Konspirasi |
Twitter sebelumnya berkeras tak akan memblokir akun Jones lantaran dianggap tidak menyalahi kebijakan perusahaan.
Jones mendirikan Infowars hampir dua dekade yang lalu, tepatnya pada tahun 1999. Hingga saat ini, ia memiliki sejumlah besar audiens yang membaca atau mendengarkan teori-teori konspirasinya.
Salah satu teorinya yang cukup populer adalah tentang peristiwa 11 September 2001, ketika terjadi teror di New York dan Washington D. C., Amerika Serikat. Ia beranggapan bahwa kejadian itu merupakan rekayasa dan direncanakan oleh pemerintah AS sendiri. (evn)