Area di sekitar daerah Pasar Higienas Gamalama sampai Taman Nukila dan pesisir kota yang berupa padang lamun (seagrass) merupakan salah satu tempat yang mengancam kehidupan satwa air dan terumbu karang.
"Dampak fisik terhadap terumbu karang adalah sedimentasi yang akan mengancam kelangsungan terumbu karang di bagian depannya," ungkap Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun, Nurkhalis Wahidin kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terumbu karang jenis Genus Porites, Montipora, Acropora, Hydnopora, Echinopora, Styllopora, Seriatopora, Leptastrea, dan Lobiphyllia banyak ditemukan di kawasan timur Ternate dan kerap menjadi habitat hiu berjalan.
Lihat juga:Samota, Kawasan Segitiga Eksotis di Sumbawa |
"Genus seperti Porites dengan bentuk pertumbuhan masif hanya memiliki laju pertumbuhan sekitar 2 sampai 3 milimeter per tahun. Sehingga bisa dibayangkan untuk mencapai diameter 2 meter, misalnya dengan tinggi 1 meter saja, akan membutuhkan waktu lebih dari 100 tahun," ungkapnya. (evn)