Rudiantara dan Airlangga terlihat bermain sepakbola yang menggunakan teknologi virtual reality (VR). Sebelum permainan dimulai, kedua menteri ini dipasangkan perlengkapan VR di kaki, tangan dan kepala. Kali ini, kedua menteri tersebut akan 'head to head' sebagai kiper dan striker.
Di atas gawang, disediakan sebuah layar yang menampilkan tampilan virtual reality masing-masing pemain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ayo, Pak tendang bolanya,"
"Ayo, Pak jangan terlalu keras menendangnya,"
Akhirnya, Airlangga melontarkan tendangan pertama ke gawang. Rudiantara yang mulai maju untuk menangkap tampak kebingungan membaca arah tendangan Airlangga. Alhasil, tendangan tak bisa dihadang dan bola melesat ke mulut gawang yang dijaga Rudiantara.
"GOOOOOL" teriak para suporter.
Tak cukup sekali mencoba. Kali ini Airlangga kembali mencoba lagi menendang ke arah gawang Rudiantara. Namun, kali ini Dewi Fortuna sedang memihak Rudiantara, tendangan Airlangga pun melenceng ke samping gawang.
Walaupun hanya permainan, kedua menteri tersebut tampak menikmati momen gim VR yang bekerja dalam jaringan 5G. Tawa lepas terlihat dari keduanya. Mereka mengakui kecepatan teknologi 5G yang diimplementasikan dalam permainan sepakbola VR.
Kedua menteri mencoba 5G experience yang disediakan oleh Telkomsel di dalam kawasan GBK. (age)