Dalam kawasan wisata ini, pengunjung bisa merasakan uji coba langsung kecepatan internet 5G hingga 1Gbps. CEO XL Axiata Dian Siswarini mengungkapkan dengan kecepatan 5G dan kapasitas yang lebih besar, pengguna bisa melakukan hal-hal yang bersifat otomatisasi.
"Dengan 5G, bisa mentransfer data sangat besar dengan waktu singkat. Layaknya tol tanpa hambatan," papar Dian, Senin (20/18).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Dian menambahkan, penerapan teknologi ini pun dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan layanan publik, salah satunya DKI Jakarta. Pemanfaatan 5G diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan efisiensi sistem pemerintahan yang nantinya akan berimbas kepada masyarakat.
"Kami sedang menyusun masterplan smartcity dan dengan 5G diharapkan bisa mendukung smartcity tersebut," tambah Setiaji.
Dia pun berharap uji coba 5G dapat diperluas ke lokasi daerah wisata lainnya. Secara umum, uji coba penerapan teknologi 5G ini menggunakan frekuensi khusus yaitu 28 Ghz. Sementara itu untuk WiGig menggunakann frekuensi 60Ghz.
Selain itu untuk 5G juga dipergunakan perangkat end-to-end radio dan core yang terhubung ke perangkat pengguna.
Sementara untuk layanan umum, uji coba 5G akan meliputi beberapa implementasi seperti demo pengelolaan sampah dan pengelolaan kebersihan lingkungan.
Standar untuk kecepatan 5G sendiri belum ditetapkan oleh ITU. Dari sumber yang dikumpulkan CNNIndonesia, setiap perusahaan pembuat perangkat telekomunikasi mengklaim kecepatan 5G yang berbeda, tapi kecepatan 5G yang bisa mereka sediakan berkisar antara 3,6-20 Gbps. (eks)