Revenue perusahaan asal China tersebut meningkat 68 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya sebesar 45,2 miliar yuan (sekitar US$6,6 miliar.)
Rival senegara Oppo dan Vivo tersebut melantai di bursa saham Hong Kong setelah mengantongi valuasi sebesar US$4,7 miliar dan menjadi IPO terbesar di jagat teknologi setelah Alibaba pada 2014 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Adu Xiaomi Redmi S2 vs Redmi Note 5 |
Namun, upaya Xiaomi tersebut masih terganjal pada melambannya pertumbuhan bisnis layanan internet. Xiaomi mengantongi revenue sebesar US$9,55 juta dari layanan internet. Sebagai pembanding, Apple mengantongi revenue US$9,55 miliar dari layanan internet dan peranti lunak pada kuartal lalu.
Lihat juga:Samsung Akan Tutup Pabrik di China |
"Kami tidak melihat ada banyak pengguna ponsel Xiaomi yang mau menggunakan layanan mereka. Mengingat di luar China ada banyak pilihan," ungkap Kiranjeet Kaur, analis IDC seperti dilaporkan CNN.
Sejumlah analis juga menyebut Xiaomi harus berhasil membuat produk yang beragam, bukan sekedar ponsel. Meski tak dipungkiri jika ponsel menjadi produk paling laris terutama di India dan Asia Tenggara. (evn)