Kekhawatiran dan larangan serupa sebelumnya juga telah diserukan pemerintah Inggris dan Amerika Serikat.
Huawei Australia telah merespons hal ini melalui akun Twitter resminya, @HuaweiOZ. Pihak Huawei menyayangkan keputusan pemerintah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Huawei Australia George Huang sebelumnya juga menyatakan bahwa Huawei patuh terhadap hukum negara di mana mereka beroperasi, sekaligus patuh terhadap hukum di negara asalnya, China.
"Kami tidak pernah melihat konflik apa pun. Saya pikir tak ada hukum di suatu negara yang bertentangan dengan hukum yang berlaku di negara lainnya," ujar Huang.
Setelahnya, pada Jumat (24/8) Huawei dikabarkan menganggap keputusan pemerintah Australia itu dilatarbelakangi oleh kepentingan politik.
"Keputusan pemerintah Australia untuk memblokir Huawei dari pasar 5G Australia didorong oleh kepentingan politik, bukan sebuah hasil dari proses pengambilan keputusan yang berdasar pada fakta, transparan, dan adil," tulis Huawei dalam sebuah pernyataan. (evn)