Menurut Kepala BROL I Nyoman Radiarta, lewat aplikasi nelayan bisa lebih efektif mendapat lokasi tangkapan ikan dibandingkan dengan metode tradisional. Nelayan bisa langsung mengarahkan ke peta lokasi ikan.
"Akurasi berdasarkan hasil kajian mencapai 50 persen. Artinya bisa dipastikan bahwa 50 persen peluang mendapatkan ikan dilokasi yang dipetakan. Kalau musim lagi bagus akurasi bisa mencapai 70 persen," kata Nyoman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aplikasi Laut Nusantara ini merupakan hasil kerjasama Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan XL Axiata. Aplikasi tersebut baru meluncur bagi pengguna Android.
Cara kerja
Aplikasi ini menggunakan data-data real time yang didapat dari Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) yang merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Aplikasi "Laut Nusantara" secara real time menginformasikan nelayan tentang daerah tangkapan ikan, kondisi cuaca yang lengkap, kondisi gelombang laut, hingga perkiraan konsumsi bahan bakar.
Nyoman mengatakan fitur daerah penangkapan ikan ini berdasarkan hasil kajian BROL dengan melihat tingkah laku ikan. BROL dapat memprediksi wilayah sebaran ikan dengan menggabungkan data data yang berkaitan dengan tingkah laku ikan.
"Data yang dimasukan itu berdasarkan perilaku ikan. Data-data tersebut merepresentasikan lokasi ikan. Kami gabungkan tingkah laku ikan dengan temperatur suhu air dan klorofil. Dari situ kami bisa menentukan wilayah sebaran ikan," ujar Nyoman.
Bekerjasama dengan BMKG, nelayan bisa mendapat informasi mengenai arah dan ketinggian gelombang perairan dan informasi cuaca berupa arah angin, kecepatan angin, curah hujan, dan kondisi cuaca.
Fitur lain yang ditawarkan adalah informasi terkait harga ikan di pelabuhan secara real time (diperbarui saat itu juga). Nelayan juga akan lebih mudah memperhitungkan jumlah BBM untuk menuju ke titik tangkapan ikan.
(eks)