Dokumen-dokumen oleh Bundesnetzagentur (BNetzA) yang dilihat oleh Reuters, menunjukkan bahwa setidaknya 98 persen rumah tangga Jerman perlu dipasok dengan koneksi berkecepatan tinggi 100 megabit per detik pada akhir tahun 2022.
Lelang untuk lisensi spektrum 5G direncanakan untuk awal 2019. Tiga operator yang ada yakni Deutsche Telekom, Vodafone dan Telefonica Deutschland telah mengatakan sebelumnya, bahwa memasok semua wilayah Jerman memang akan sulit dicapai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dokumen BNetzA, operator seluler tidak harus menyediakan akses ke jaringan 5G ke penyedia layanan berbiaya rendah. Mereka juga dapat memilih apakah mereka ingin memasok daerah pedesaan melalui roaming.
Lihat juga:Australia Larang Perangkat 5G Asal China |
Hal serupa sempat disebutkan oleh salah satu operator di Indonesia yakni XL Axiata. Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya mengungkapkan bahwa penyaluran 5G memang nantinya akan melengkapi 4G dan dibagi dalam kawasan.
"Penerapan 5G tidak akan nation wide seperti 4G. Akan ada kawasan tertentu yang membutuhkan 5G misalnya kawasan industri atau perumahan," jelasnya.
Sementara itu, dari sisi regulasi Indonesia belum memiliki persiapan lelang atau regulasi yang akan diimplementasi. (reuters/age)