"Kami sudah menggelar pertandingan e-Sports sejak Asian Indoor Games di Makau pada 2007. Kami meminta mereka bersatu di bawah satu federasi dan tidak terpecah-pecah karena kami tidak ingin berurusan dengan banyak federasi dalam satu cabang," kata Direktur Jenderal OCA Husain Al-Mussalam dalam jumpa pers di Pusat Layanan Media (MPC) Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu, seperti dikutip Antara.
Husain juga mengimbau agar cabang olahraga elektronika itu juga perlu mengusung konsep olahraga sebagai alat pemersatu dan bukan untuk mencari keuntungan semata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Husain mengaku tidak dapat memastikan masa depan cabang e-Sports pada Asian Games jika masih dalam federasi yang berbeda-beda.
Dalam Asian Games 2018, cabang eSports menjadi olahraga eksibisi di Jakarta selain cabang kano polo yang juga menjadi cabang eksibisi di Jakabaring, Palembang.
Cabang eSports mempertandingkan enam permainan elektronika yaitu Arena of Valor, Clash Royale, Hearthstone, League of Legends, Pro Evolution Soccer, dan StarCraft II.
Kontingen China menempati peringkat pertama pada cabang eksibisi eSports dengan perolehan dua medali emas dan satu medali perak. Tim Indonesia dan tim Korea Selatan menempati peringkat kedua dengan perolehan masing-masing satu medali emas dan satu medali perak.
Sementaraitu, tim Hong Kong dan tim Jepang menempati peringkat ketiga dengan perolehan satu medali emas. (eks)