"Kita butuh talent. Gojek, Tokopedia, mereka cari talent ke Bangalore, India. Di Indonesia ngga ada [...] Talent kita lambat," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Minggu (2/9).
Pernyataan ini dibuat terkait dengan usulan pemerintah agar Jack Ma membuat institusi pendidikan yang disebut sebagai Jack Ma Institute.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus juga untuk policy maker, jangan bentar-bentar bikin aturan," tuturnya saat ditemui terpisah usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan Jack Ma di Istana Bogor, Sabtu (1/9).
Saat ditanya lebih lanjut soal alasan mengapa pengembangan sumber daya manusia di Indonesia lambat, Rudiantara sempat terdiam. Ia lantas menyahut bahwa banyaknya aturan ini menjadi salah satu kendala mengapa sumber daya manusia Indonesia kurang mampu berkembang untuk memenuhi kebutuhan industri.
Lihat juga:Jack Ma Kunjungi Jokowi di Istana Bogor |
Terkait Jack Ma Institute, Rudiantara menyebut bahwa ide ini pertama kali dilontarkan dan diminta oleh Indonesia.
"Saya bilang Anda kan guru [...] kenapa ga kembangin di Indonesia?"
Selain itu, Rudiantara juga menyebut bahwa pihaknya juga sempat mengusulkan dalam pertemuan di Argentina agar Indonesia menjadi respository hub di regional. Menurutnya ide ini akan dikemukakan pada pertemuan G20 pada November mendatang. (eks)