Perusahaan asal Jepang ini mengatakan nantinya pengguna bisa menggunakan Link di jaringan blockchain
bernama Chain. Namun, berbeda dengan mata uang kripto lainnya, pengguna tidak bisa mendapatkan Link lewat Initial Coin Offering (ICO).
Line akan memberikan mata ung digitalnya lewat sistem hadiah sebagai kompensasi seelah ada layanan tertentu yang digunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Line Buat Jual Beli 'Cryptocurrency' |
"Selama tujuh tahun terakhir, Line mampu tumbuh menjadi layanan global karena pengguna, dan sekarang dengan Link kami ingin membuat sistem kompensasi untuk pengguna," ungkap CEO Line, Takeshi Idezawa seperti mengutip Techcrunch.
Nantinya akan ada 1 miliar Link yang mulai didistribusikan secara bertahap. Sekitar 800 juta Link akan diberikan pada pengguna, sedangkan 200 juta lainnya akan dikelola perusahaan penerbit Link sebagai dana cadangan.
Mengutip Reuters, atas alasan peraturan lokal koin Link tidak tersedia untuk pengguna di negara asalnya, Jepang dan Amerika Serikat. Penggunaan mata uang digital Link disebut masih terbentur regulasi di kedua negara tersebut. (evn)