Menurutnya, apa yang diungkapkan merupakan bagian dari rencana bosnya, Elon Musk yang kerap mengungkapkan misi tersebut di sejumlah kesempatan.
Secara ringkas, Wooster mengatakan rencana SpaceX kedepannya tak sekedar menjadi 'perusahaan transportasi' yang memfasilitasi lembaga antariksa dari sejumlah negara untuk meluncurkan misi luar angkasa mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan misi tersebut, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk in menargetkan bisa membangun koloni secara permanet di Planet Merah.
"Kami di SpaceX sangat fokus pada transportasi. Menyoal apa yang akan dibutuhkan di Mars, ini belum menjadi kapasitas SpaceX, namun saya berpikir ada pihak luar yang ingin turut berkontribusi," ungkap Wooster saat berbicara di perhelatan rutin International Mars Society Convention di Pasadena, California, akhir Agustus lalu.
SpaceX kini mulai mengalihkan upaya untuk mengembangkan purwarupa BFR di sebuah pelabuhan di Los Angeles.
Musk mengatakan sebelumnya bahwa BFR merupakan salah satu proses pengembangan yang lebih rumit dari roket yang dibuat SpaceX sebelumnya.
Mengutip Business Insider, Musk menargetkan purwarupa pertama roketnya itu pertengahan 2019 dan mulai diluncurkan di salah satu fasilitas peluncuran di South Texas. (evn)