Teknologi RISHA atau rumah instan sederhana sehat yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (Balitbang Puslitbangkim) Kementerian PUPR disbut bisa menjadi solusi untuk hunian tahan gempa.
Berbeda dengan rumah pada umumnya, RISHA merupakan hunian dengan konsep bongkar pasang (knock down) denga proses pembangunan yang tak membutuhkan semen dan bata. Pembangunan rumah bisa dilakukan dengan menggabungkan panel-panel beton dan baut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khalawi menjelaskan teknologi ini memiliki sejumlah kelebihan antara lain proses pembangunan lebih cepat, biaya lebih murah, lebih ramah lingkungan, lebih tahan gempa, mudah dibongkar pasang (knock down), lebih ringan, dan bisa diodifikasi untuk bangunan sekolah hingga rumah sakit.
Teknologi ini juga memungkinkan jika digunakan untuk dua lantai. Dengan syarat pengguna harus memperhatikan beban hunian maksimal 125kg per meter persegi dan penggnuaan konstruksi lantai dari balok loteng dan papan kayu atau multi block.
Khusus untuk pembangunan dua lantai, belum direkomendasikan penggunaan lantai dari beton bertulang. (evn)