Fokus utama pembangunan Kemenkominfo tahun depan terletak di bidang infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang meliputi penyelesaian pembangunan proyek Palapa Ring, pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di daerah pinggiran, serta penyediaan akses internet untuk layanan publik di daerah-daerah terpencil.
"Akses internet yang pertama kami fokus pada pendidikan, yakni sekolah-sekolah, kedua di puskesmas, [sebagai] pelayanan kesehatan, ketiga biasanya di kantor desa, jadi masyarakat akses wifi-nya di kantor desa," kata Rudiantara di kompleks MPR/ DPR, Jakarta Selatan, Selasa (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, ia mengklaim bahwa pada kuartal pertama tahun 2019, seluruh wilayah di Indonesia sudah akan terhubung dengan akses internet dengan kecepatan tinggi.
Setelah pembangunan infrastruktur TIK, hal kedua yang bakal menjadi fokus Kemenkominfo di tahun depan adalah pembangunan ekosistem ekonomi digital strategis.
"Kami memiliki target bahwa tahun depan kita memiliki lima unicorn. Sekarang baru empat-Tokopedia, Bukalapak, Gojek, dan Traveloka," ujar Rudiantara.
Selain itu, di tahun 2019 mendatang Kemenkominfo juga hendak fokus menggalakkan literasi digital dan media, melakukan pengendalian konten bermuatan negatif, memberikan layanan publik secara efisien, melakukan diseminasi informasi, dan mengembangkan sumber daya manusia.
Dalam rapat tersebut juga telah diajukan pagu anggaran Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) Kemenkominfo Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp5.380.355.088.000. Selanjutnya, Komisi I DPR akan menyampaikan anggaran tersebut kepada Badan Anggaran DPR RI untuk ditindaklanjuti. (evn)