Country Manager Xiaomi Indonesia Steven Shi membantah tudingan bahwa pihaknya merusak harga pasaran ponsel. Strategi membanderol produk dengan harga murah menurutnya semata-mata lantaran ingin menyediakan produk terbaik demi kepentingan bisnis.
Selain fitur lengkap, menurutnya harga yang kompetitif kerap menjadi konsumen di Indonesia yang masih sensitif soal harga. Shi menyebut konsumen Indonesia selalu ingin semua fitur premium lengkap, namun dengan banderol harga ramah di kantong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xiaomi memang terkenal merusak harga pasar. Salah satu yang cukup mencengangkan yakni kemunculan sub-brand Poco yang merilis Pocophone F1 yang memiliki cipset Qualcomm Snapdragon dengan harga Rp5 juta-an . Padahal cipset ini biasa digunakan oleh ponsel flagship yang dibanderol mulai harga Rp8 juta hingga menyentuh angka dua digit.
Shi mengatakan Xiaomi merilis ponsel untuk memenuhi kebutuhan para konsumen terhadap fitur-fitur. Ia berdalih konsumen menuntut produsen untuk menghadirkan teknologi teranyar. Belum lagi setiap konsumen secara spesifik mengincar fitur-fitur tertentu.
"Kami selalu mendengarkan Mi fans. Kami buat produk sesuai dengan yang mereka mau. Itulah kenapa kami luncurkan penerus Redmi 5 untuk memberikan lebih banyak teknologi dan menyediakan teknologi terbaru. Karena ada juga orang yang butuh baterai besar, kamera selfie yang bagus, jadi ya kami menyediakan semuanya sesuai kebutuhan," imbuhnya. (evn)