Ketua umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA), Ignatius Untung menyebut menguatnya dolar AS ini memberikan dampak yang positif terhadap pendanaan. Pasalnya mayoritas investor e-commerce merupakan perusahaan asing.
"Jadi buat investor misalnya awalnya mengeluarkan X di sana jadi X. Sekarang saya keluarin X di sana jadi 1,25X karena kursnya. Ini positif dari sisi funding," ujar Ignatius di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negatifnya, e-commerce menjual barang yang memang impor. Tapi jangan memberikan framing dengan hanya online yang melakukan. Pasalnya, ponsel saja impor bahannya. Semua otomatis akan naik karena belinya dari luar atau bahan baku dari luar," kata Ignatius.
Kalau harga naik masih masuk akal, Ignatius mengatakan konsumen Indonesia pasti akan tetap membeli. Bahkan harga baru ini secara bertahap bisa dianggap harga normal.
"Otomatis transaksi pasti akan terkoreksi terlebih dahulu meskipun pelajarannya selama naiknya tidak ekstrim harusnya orang Indonesia permisif. Lebih kalau ini normal yang baru ya tidak apa apa diteruskan," ujar Ignatius.
"Kita itu konsumen pemaaf. Misalnya bbm naik, minggu pertama protes luar biasa. Pindah naik motor dan kendaraan umum. Bulan kedua balik lagi naik mobil padahal bbm belum turun. Butuh adaptasi iya. Awalnya turun dulu. Tapi karena butuh beli ya beli saja," ujar Ignatius. (age)