Motor 'telanjang' Bandit diumumkan pertama kali di pameran otomotif pada bulan lalu, dan diklaim lebih nyaman dikendarai dan 'ramah' bagi penumpang.
Menurut Kepala Bagian Marketing divisi roda dua SIS Banggas Pardede, hal itu didapat karena ubahan pada beberapa bagian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai perbandingan, atas ubahan tersebut jarak antara footstep dengan tinggi jok bagian belakang GSX-S150 mencapai 425 mm. Sedangkan Bandit sudah dibuat lebih rendah, yakni cuma 395 mm dan ini dipercaya meningkatkan kenyamanan penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya, ini berubah untuk membuat pembonceng lebih nyaman. Mungkin karakter berkendara sama, tapi ini lebih nyaman," kata Banggas di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (6/9).
Sektor jantung pacu Bandit masih mengadopsi mesin GSX-S150, yaitu mesin DOHC 147,3cc empat valve dan transmisi enam percepatan. Tenaga yang dikeluarkan oleh mesin pun masih sama, yaitu 18,9 tenaga kuda pada rpm 10.500 dengan torsi maksimal 14.0 newton meter pada rpm 9.000.
Kemudian fitur seperti 'Suzuki Easy Start System' yang memudahkan pengendara menyalakan mesin dengan sekali tekan pada tipe S GSX juga ada pada Bandit. Terdapat juga layar digital spidometer yang bakal memberi banyak informasi mengenai kondisi Bandit selama perjalanan pengendara.
Perbedaan ini membuat Bandit lebih berat daripada GSX-S150. Bobot total Bandit hingga 135 kg, atau 5 kg lebih berat dari GSX-S150.
Lihat juga:Suzuki Indonesia Mimpi Produksi Lokal Jimny |
SIS masih menutup informasi harga Bandit sebagai pesaing Yamaha V-ixion dan Honda CB150 Streetfire. Sebagai perbandingan, GSX-S150 dijual mulai dari Rp24,75 juta. Harga Bandit lebih murah atau lebih mahal belum bisa dijawab oleh Suzuki.
"Pokoknya tidak lama lagi, karena ini merupakan bagian dari strategi kami," tutup Banggas. (mik)