Pusat penelitian ini terletak di daerah Chelsea, New York dan disebut akan berfokus pada pengembangan robotik.
Di sela pembukaan, turut hadir salah seorang VP eksekutif Samsung Research yang merupaan ahli AI, Daniel D. Lee. Lee baru bergabung dengan Samsung beberapa bulan lalu dan bakal memimpin pusat penelitian AI di New York.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini mungkin diambil oleh Samsung karena ada tanda-tanda bahwa bisnis utama Samsung, yakni semiconductor dan ponsel pintar (smartphone) mulai mengalami keadaan stagnan.
"Kami juga berencana untuk melakukan kolaborasi dengan universitas-universitas ternama dan pusat akademis di wilayah ini," tambah Lee seperti mengutip VentureBeat.
Pada 2020, Samsung menargetkan untuk mempekerjakan seribu spesialis AI di pusat-pusat penelitian AI miliknya di seluruh dunia. Sampai saat ini, Samsung telah membuka pusat penelitian AI di Kanada, Inggris, Rusia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. (evn)