Untuk diketahui, banyak faktor penyebab kecelakaan kendaraan di jalanan menurun, mulai dari pengemudi lalai, sopir mengantuk, kondisi kendaraan yang tidak laik jalan hingga kondisi jalan yang buruk.
Kecelakaan di turunan umumnya karena faktor rem blong. Bagi pengemudi yang tidak pandai mengendalikan kendaraan akan merasa panik jika menghadapi situasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mesin harus dalam kondisi menyala, selanjutnya menempatkan gear di posisi paling rendah. Engine brake dapat digunakan untuk mengurangi laju kendaraan saat menurun. Setelah itu kendalikan lingkar kemudi dan jangan menginjak pedal gas.
Bagaimana dengan mobil transmisi otomatis?
Mengutip situs resmi toyota.astra.co.id, menempatkan posisi gear paling rendah juga tetap berlaku untuk mobil transmisi otomatis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk L (low) sangat berguna melintasi turunan curam karena L merupakan transmisi dengan kecepatan paling rendah. Hindari turunan dengan transmisi pada D, dikhawatirkan mobil akan melaju terlalu cepat.
Saat turunan, pengemudi jangan menempatkan tuas transmisi ke posisi N (netral) karena tidak tidak ada yang menahan laju mesin. Transmisi pada posisi L juga dapat digunakan saat mobil berada di pertengahan tanjakan.
Cara ini bisa mengatur kecepatan kendaraan setelah rem tidak berfungsi. (mik)