Inggris Guyur Rp10 Triliun Buat Ekosistem Mobil Listrik

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 20:45 WIB
Inggris Guyur Rp10 Triliun Buat Ekosistem Mobil Listrik Ilustrasi pengecasan mobil listrik. (Foto: AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Inggris Theresa May mengungkapkan rencana mendanai pengembangan proyek teknologi kendaraan ramah lingkungan. Pengembangan ini merupakan misi ambisius Inggris menghadapi masa depan otomotif.

Dilansir Autocar, Selasa (11/9), rencana yang disampaikan pada inagurasi konferensi Kendaraan Nol Emisi di Birmingham itu, melibatkan pendanaan 106 juta poundsterling atau lebih dari Rp2 triliun dari pemerintah Inggris. Selain pemerintah, tambahan modal sebesar 500 juta poundsterling akan diinvestasikan sektor swasta.


"Saya ingin membawa Inggris ke garis terdepan dalam perencanaan dan produksi kendaraan nol emisi, di mana seluruh mobil baru dan van secara efektif memiliki nol emisi pada 2040 mendatang," papar May dalam konferensi yang berlangsung pada Selasa (11/9).


May menyebut kalau rencana ini masih memerlukan pengukuran pada proses desain kendaraan, penggunaan, serta infrastruktur yang diperlukan untuk kendaraan lebih bersih dan ramah lingkungan. 

Pada tingkat tersebut akan vital untuk memastikan Inggris memenuhi standar reduksi emisi karbon dioksida yang tercantum dalam Paris Climate Change Agreement.


Dukungan Swasta

Beberapa perusahaan otomotif Inggris sudah menunjukkan ketertarikan menanam modal dalam proyek kendaraan rendah emisi ini. Di antaranya, Aston Martin yang mengucurkan 50 juta poundsterling atau sekitar Rp965 miliar untuk membangun pabrik khusus pembuatan mobil listrik.

Selain itu, Jaguar Land Rover juga akan bekerja sama dengan spesialis serat karbon, Sigmatex, mengembangkan kendaraan ringan serta struktur sistem penggerak demi meningkatkan efisiensi kendaraan ramah lingkungan.

Spesialis sistem gerak, Cummins, juga bakal mengeluarkan dana hingga 210 juta poundsterling atau Rp4 triliun)untuk penelitian dan pengembangan dalam tiga tahun ke depan.

P
erusahaan pengembang stasiun pengisian listrik EV Network bakal berinvestasi sekitar 200 juta poundsterling (Rp 3,8 triliun) dan Zhuzhou CRRC Times Electric Co telah memilih Birmingham sebagai pusat litbang untuk kendaraan listrik.

Di luar investasi nyata, belakangan ini pemerintahan negeri Ratu Elizabeth sedang gencar memperbaiki kualitas udara Inggris yang disebut mencapai tingkat "darurat kesehatan nasional". Peraturan seperti zona Ultra Low Emissions Vehicle (ULEV) dan denda toksisitas (T-Charge) telah diterapkan untuk mengurangi polusi di kawasan London. (fea)