Global Head of Safety Facebook, Antigone Davis mengungkapkan hal tersebut kepada SkyNews. Menurutnya, Facebook memerlukan lebih banyak keterlibatan manusia untuk mendukung upaya mereka melindungi platformnya dari ujaran kebencian.
"Saat berbicara mengenai ujaran kebencian, terdapat banyak konteks terkait bagaimana memahami istilah yang digunakan oleh seseorang, atau bagaimana seseorang menggunakan istilah tersebut," ungkapnya. "Saya pikir kami membutuhkan keterlibatan manusia dalam hal ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Facebook Lepas Dukungan Kampanye Politik |
Namun, algoritme tersebut hanya berhasil menemukan 38 persen konten ujaran kebencian yang bahkan dapat diakses dengan mudah oleh semua pengguna melalui kolom pencarian.
"Saya tidak menyebut bahwa kami kesulitan. Saya mengatakan, kinerja software tersebut dalam menangani ujaran kebencian tidak sama efektifnya dengan saat menangani konten-konten lainnya," ujar dia kepada Sky News.
Oleh sebab itu, Facebook berjanji bakal menambah jumlah orang yang bekerja sebagai moderator konten di platformnya sebanyak dua kali lipat--dari 10 ribu orang menjadi 20 ribu orang. (rbc/evn)