Bermula dari masalah itu, pria asal Pontianak, Kalimantan Barat Amin menciptakan alat yang mampu mengalirkan gas dari tabung LPG menjadi mesin berbahan bakar BBM.
Alat ini ia sebut Konverter Kit Amin Ben-Gas (ABG).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menelurkan Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG/elpiji untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil.
"Satu tabung tiga kg harga SPBU Rp16 ribu. Pertalite 10 liter saja sudah hampir Rp80 ribu sampai 100 ribu. Ambil aja konvertir jadi 10 liter. Berapa kali lipat itu," tutur Amin.
Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick |
"Kami kan sudah ada kesepakatan untuk pengadaan dengan Kementerian Energi Sumber Daya Manusia untuk menyebarkan 11 ribu produk ke 23 kota provinsi," kata Amin.
Lebih lanjut dengan alat ini, Amin berharap pendapatan nelayan bisa meningkat dengan selisih uang bahan bakar. Penurunan biaya penggunaan bahan bakar diharapkan bisa membantu nelayan berlayar ke titik-titik penangkapan ikan yang lebih jauh.
"Dengan bahan bakar murah mereka bisa cari titik-titik baru, peluang untuk mendapatkan hasil tangkapan lebih. Hasil tangkapan jadi bisa bersaing harga, mereka bisa kasih harga lebih murah," ucapnya.
"Ini merupakan subsidi tepat sasaran. Saya harap pemerintah menggunakan APBD atau APBN untuk membeli produk kami kemudian dihibahkan ke masyarakat untuk industri yang produktif," imbuhnya.
Amin menyebut alat ciptaannya merupakan alat penggerak, jadi tidak hanya bisa digunakan untuk mesin perahu. Ia mengatakan mesin di pabrik hingga mesin di sepeda motor juga bisa ditenagai oleh alatnya.
"Pokoknya ini mesin penggerak. Sepeda motor bisa dikonversi pakai gas , pompa air bisa, genset juga bisa. Banyak kegunaan," kata Amin. (jnp/evn)
Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick